12 November, 2010

HIV- AIDS

Sekumpulan gejala atau penyakit yang disebabkan olah menurunnya kekebalan tubuh akibat infeksi oleh virus HIV yang termasuk famili retrovirus.
Etiologi
HIV merupakan suatu retrovirus yang mengubah asam RNA menjadi DNA, setelah masuk ke dalam sel penjamu. HIV I dan HIV II adalah lentivirus sitopatik, dengan HIV ini menjadi penyebab utama AIDS di seluruh dunia. Genom HIV mengode 9 protein yang esensial untuk setiap aspek siklus hidup virus. Dari segi struktur genomik, virus-virus memiliki perbedaan yaitu bahwa protein HIV I, Vpu, yang membantu pelepasan virus, tampaknya  di ganti oleh Vpx pada HIV II. Vpx meningkatkan infektivitas dan mungkin merupakan duplikasi dari protein lain, Vpr. Vpr diperkirakan meningkatkan transkripsi virus. 

Epidemiologi
Penularan HIV terjadi pada kondisi yang memudahkan terjadinya pertukaran darah atau cairan tubuh yang mengandung virus atau yang terinfeksi virus, yaitu kontak sexual, inokulasi pareneral, dan perjalanan virus dari ibu yang terinfeksi terhadap bayi mereka yang baru lahir. Diantara para penyalahguna obat intravena, penularan terjadi melalui pengunaan jarum, alat suntik atau perlengkapan lain secara bersama yang tercemar oleh darah yang mengandung HIV.

Patogenesis
Virus masuk tubuh menginfeksi sel Langerhans di mukosa rektum/vagina à bergerak dan bereplikasi di KGB setempat à disebar àviremia. Pd fase ini ditemukan Ag virus nukleokapsid p24 dlm darah. Fase ini dikontrol sel T CD8+ & Ab dlm sirkulasi thd p24 & prot envelop gp120 & gp41. Dlm folikel limfoid virus diikat SDà kompleks imun. Destruksi CD4+ berjalan terus dlm kel limfoidà CD4+ menurun dl sirkulasi.

Manifestasi klinis
  • Rasa lelah berkepanjangan
  • Sesak nafas dan batuk berkepanjangan
  • Berat badan turun secara menyolok
  • Pembesaran kelenjar (di leher, ketiak, lipatan paha) tanpa sebab yang jelas
  • Bercak merah kebiruan pada kulit (kanker kulit)
  • Sering demam (lebih dari 38 °C) disertai keringat malam tanpa sebab yang jelas Diare lebih dari satu bulan tanpa sebab yang jelas
  •  
Perkembangan klinis
Grup I  : infeksi akut oleh HIV, gejala mirip influenza; mereda sempurna, antibodi HIV negatif
Grup II : antibodi HIV positif, tidak ada indikator klinis atau adanya imunodefisiensi
Grup III : anti bodi HIV positif, limfadenopati generalisata persisten
Grup IV A : anti bodi HIV positif, Penyakit konstitusional : demam atau diare menetap, berat     badan turun 10%
Grup IV B : sama seperti grup IV A, penyakit neurologik : demensia, neuropati, mielopati
Grup IV C : Sama seperti grup IV B, limfosit CD4+ kurang dari 200 mm3, infeksi opurtunistik
Grup IV D : Sama dengan IV C, tuberkulosis paru, kanker servik infasif, keganasan yang lain.        

Pemeriksaan penunjang
  1. enzymelinked immunosorbent assay (ELISA), bereaksi terhadap adanya antibodi dalam serum dengan memperlihatkan warna yang lebih jelas apabila terdeteksi antibodi virus dalam jumlah yang besar. Karena hasil positif-palsu dapat menimbulkan dampak psikologis yang besar maka hasil uji ELISA yang positf diulang, dan apabila keduanya positf maka dilkukan uji yang lebih spesifik, Western blot yang dilakukan 2 kali.
  2. dengan pemerikasan ada tidaknya virus atau komponen virus sebelum ELISA atau Western blot untuk dapat mendeteksi antibodi . proseur-prosedur iini mencakup biakan virus, pengukuran antigen p24, dan pengukuran DNA dan RNA HIV yang menggunakan reaksi berantai polimerase (PCR) dan RNA HIV 1 plasma.

Pengobatan
Garis Umum
- Pengobatan penderita defisiensi imun menggunakan antibiotik/ antiviral yang tepat, pemberian pooled human immunoglobulin yang teratur.
- Pemberian Globulin Gama Pada penderita defisiensi Ig tertentu
- Pemberian sitokin, Infus sitokin spt IL-2, GM-CSF, M-CSF & INF-γ pada subyek dengan penyakit tertentu
- Tranfusi Netrofil, pada subyek defisiensi fagosit dan pemberian limfosit autologus untuk mengobati severe combined imunodeficiency
- Obat antivirus, Ada 2 jenis untuk mengobati HIV-AIDS:
Analog nukleotide: mencegah aktivitas reverse transkriptase
Inhibitor protease virus: mencegah proses protein prekursor menjadi kapsid virus matang dan protein core. Saat ini Th menggunakan kombinasi 3 obat: protease inhibitor + 2 inhibitor reverse transcriptase
- Terapi genetic somatik à menyisipkan gen normal ke populasi sel yang terkena penyakit

Tidak ada komentar:

Posting Komentar